Bomber Graf!TY Indonesia

Jangan cuma kanvas yang di gambar tembok juga

Nasib Buruk

Dalam kehidupan sehari-hari kita harus membedakan antara nasib baik nasib buruk dan pikiran baik pikiran buruk.
Sebab, bisa saja terjadi orang yang nasibnya baik dan nasib buruk pada saat tertentu tapi pikirannya yang muncul
adalah pikiran buruk. Padahal nasibnya baik tapi pikiran yang muncul buruk. Yang kedua dalam kehidupan sehari-hari
nasib baik dan nasib buruk tapi pikiran yang muncul baik. Inilah yang paling penting. Dalam kehidupan ini semuanya
sulit kita kontrol.
Contohnya:
1. saya pernah baca di internet, dimana nasib buruk yang datang berturut-turut, seorang narapidana. Kejadian
sesungguhnya yang terjadi di Inggris, beberapa hari yang lalu. Dia memperkosa seorang perempuan, 16 tahun yang
lalu. Setelah memperkosa dia dihukum 20 tahun penjara. Dia menjalani hukumannya total 15 tahun karena ada remisi.
Beberapa hari yang lalu dia baru keluar dari penjara. Saat itu nasib baiknya datang. Begitu dia keluar, dengan sisa uang
yang dia miliki, dia membeli lotre. Besoknya ternyata dia menang, dia mendapat uang 37 juta dolar. Karena dia menang,
dia diwawancarai oleh reporter TV. Lalu gadis yang pernah dia perkosa itu menonton dan tahu laki-laki ini sekarang
mempunyai uang banyak. Dia tidak rela seorang penjahat, baru keluar dari penjara, sudah dapat uang banyak. Lalu
gadis ini menuntut laki-laki itu. Sebab di Inggris ada peraturan, jika ada orang yang memperkosa, hukuman pidananya
adalah dipenjara. Tapi akibat buruk bagi korban adalah selamanya menanggung malu, minder, tidak berhasil dalam
hidup, maka pemerkosa harus mengganti dengan uang sesuai dengan kekayaannya. Jadi uang yang dia peroleh 37 juta
dolar itu sekarang habis dituntut oleh gadis yang pernah dia perkosa 16 tahun yang lalu. Nasib baik nasib buruk itu tidak
dapat kita prediksi munculnya. Baru saja bersenang-senang mendapat uang banyak ,beberapa menitnya lagi sudah
habis diklaim oleh korban yang pernah dia perkosa.
Coba bayangkan ketika kita seperti itu, ketika mendapat 37 juta dolar, rasanya bahagia sekali. Tapi begitu diklaim lalu
uang itu hilang, pasti kita merasa sedih sekali. Itu terjadi karena pikiran baik dan pikiran buruk kita belum kuat.
Maksudnya pikiran baik kita belum kuat, pikiran buruk kita yang kuat. Maksudnya ketika pikiran senang, dia senang
sekali. Tapi ketika sedih, dia sedih sekali. Kalau pikiran yang baik sifatnya, kalau ada yang senang, disyukuri, kalau ada
yang tidak senang, dipasrahkan, dengan seimbang, sadar dan bijaksana. Tidak ada salahnya kita senang. Tapi kalau
pun jelek datang, kita harus berani menghadapi. Ini tujuan kita melatih menguatkan pikiran harmonis.

25 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: